Jogja dan sekitarnya kini menjadi sebuah kawasan yang tidak pernah berhenti dalam berinovasi. Berbagai tempat wisata semacam itu juga terus bermunculan dan semuanya mempunyai keunikan masing-masing. Saat ini di kawasan lereng Gunung Merapi, bahkan ketika masuk di Kwasan Rawa Bencana atau pada Zona merah, terdapat sebuah tempat wisata yang baru yaitu The Lost World Castle.

Wisata ini menawarkan berbagai keindahan diantaranya yaitu sebuah bangunan yang mirip dengan Benteng Takeshi, berbagai wahana yang memanfaatkan bebatuan sisa erupsi dari Merapi sebagai salah satu bahan bakunya. Pada saat kabut turun, suasana di lokasi tersebut akan semakin menarik untuk dijadikan sebagai background foto.

Sejarah The Lost World Castle

Pasca terjadinya bencana yang dahsyat sekaligus yang merenggut nyawa dari juru kunci Merapi yaitu Mbah Maridjan saat itu, kehidupan dari para masyarakat desa Petung sangat terpuruk. Mereka terpaksa harus tinggal di beberapa tenda pengungsian karena tanah pekarangan, bangunan dan hewan ternak rata dengan tanah.

Pemerintah terus berupaya untuk membantu dengan mendirikan berbagai selter pada tempat yang aman dari zona merah Merapi tersebut. Lahan mereka yang sudah rata dengan tanah maka tidak dapat dibangun kembali oleh pemerintah. Namun hanya sebagian area perkebunan, pertanian serta peternakan yang boleh.

Begitupun dengan berbagai penambangan material dari Merapi diantaranya yaitu pasir dan batu. Meskipun area yang ditambang tersebut merupakan tanah milik sendiri, namun tetap tidak boleh oleh pemerintah tersebut. Tidak khayal, para wargadi lereng Merapi yang hidup dengan pekerjaan menambang batu dan pasir harus kucing-kucingan dengan pemerintah atau aparat setempat.

Perekonomian warga setempat semakin terpuruk setelah bencana tersebut. Berjalannya waktu ditengah kesulitan tersebut, tercetus sebuah ide untuk menjadikan tempat tinggal menjadi sebuah objek wisata.

Konsep tersebut juga dikebut dengan menonjolkan berbagai pemandangan alam yaitu seperti puncak Merapa dari area jarak pandang yang cukup dekat dan melihat secara geografis tempat tinggal para penduduk yang berada di sekitar bawah puncak. Lahirlah yaitu objek wisata The Lost World Castle.

Langkah dalam mewujudkan konsep yang cemerlang tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tidak hanya seperti disulap, hampir semua warga dari desa Petung tersebut melakukan kerja keras untuk dapat mewujudkan semua impian tersebut.

Menawarkan latar foto unik yang Instagramable abis

Selain memiliki bangunan yang megah seperti Benteng Takhesi, wisata ini juga mempunyai berbagai spot foto yang menarik untuk dicoba. Memanfaatkan berbagai pemandangan dari Gunung Merapi yang berdiri mega, para pengelola terus membangun sebuah replika yang berukuran besar, sebuah tangga yang menjulang ke atas dengan sebuah gapura yang ujungnya dapat disebut paradise gate dan awan buatan sebagai sebuah pijakan membuat pemandangan semakin lengkap.

Latar sayap serta paradise gate tersebut merupakan salah satu latar foto yang banyak diminati oleh para pengunjung. Jika para pengunjung beruntung tiba pada saat kabut mulai turun, maka hasil foto tersebut akan lebih maksimal. Seakan seperti menembus awas yang sedang terbang atau berjalan menuju surga.

Harga Tiket Masuk The Lost World Castle

Bagi para pengunjung yang ingin ke lokasi wisata ini, hanya membayar harga tiket masuk Rp. 25.000/orang, namun belum termasuk biaya parkir. Sedangkan di sekitar kawasan tersebut juga terdapat berbagai penginapan yang hanya Rp. 50.000/malamnya.

Lokasi Wisata The Lost World Castle

Objek wisata The Lost World Castle ini berada di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jika mengingat pada saat letusan yang dahsyat dari Merapi pada 2006 silam, desa Kepuharjo ini merupakan sebuah desa yang paling parah terkena dampak dari erupsi Merapi.